Postingan

Selamat datang lagi, ketidak pastian hidup

Gambar
Selamat datang lagi, ketidak pastian hidup 26 maret 2019 Aku yang dua puluh empat jam berfikir keras untuk menentukan arah tujuan dan pilihan, oh Tuhan, kenapa selalu ada sebuah pilihan untuk ku ambil. Jujur saja aku tidak mampu untuk memilih, aku hanya ingin mengikuti bukan untuk memilih. Rencana, ide dan pilihan terus berdatangan, dan sekarang aku sudah tiba di jogja menggunakan kereta api sebagai transportrasi untuk bisa sampai disini, harga tiket yang kudapat terbilang murah yaitu Rp. 85.000 saja, aku berangkat dari stasiun kediri diantar oleh Julian temen kos ku saat di pare, dia asli tuban aku biasanya panggil dia dengan sebutan tuban-man atau anak bupati tuban. Baru saja seminggu berkenalan dengannya, tapi terasa sangat dekat. Watak yang kocak selalu berbicara tampah jeda, leher yang selalu di patahkan nya dan selalu berfikir praktis. Julian/tuban-man/anak bupati tuban ini orangnya baik hingga dia rela mengidupi satu teman kosannya mulai dari makan, rokok, dan memb...

Gagal gagal dan patah

Gambar
Gagal, gagal dan patah Hari ini aku gagal lagi menjadi seorang pekerja, teramat sering ditolak dari perusahaan membuat pikiran enggan untuk bekerja. Aku hanya menghalakan nafas yang sangat panjang, pikiran sangat kacau, hati enggan menerima kegagalan. Perjuangan yang panjang, memakan waktu tiga bulan untuk mengikuti serangkaian ujian seleksi ini. dan pada akhirnya aku berhenti di tahap hendak memasuki test wawancara user. Aku bingung dengan dunia, apa memang sekeras ini permainan nya?, menjalani, berharap lalu patah. Apa yang salah dari diriku. Kenapa tidak pantas untuk semua hal yang aku inginkan dan telah terencana. Setiap hal yang sudah direncanakan selalu saja gagal. Apa aku tidak butuh perencanaan? Apa aku harus lebih peka merasakan rencana tuhan?, aku ingin menjadi hamba yang baik untuk-Nya tapi jika aku selalu patah dan kecewa, apa aku harus terus besabar?, kapan ujian ini berhenti?, apa aku sebesar itu kelak, hingga ujian ini tiada henti?, bagaimana jika aku tidak...

PERJALANAN KU PART I

Gambar
Suatu perjalanan dimulai pada bulan Oktober Part I (Sebuah rencana)  Rencana ini memang sedikit gila. Aku sebenarnya sedang berada pada suasana yang membosankan dan kacau, seperti aku berada di ruangan sempit yang pengap, dengan nafas yang tersenga-senga dan hanya melihat bias cahaya yang keluar dari celah-celah pintu.  Mungkin seperti itulah penggambarannya.  Kau tahu lah. bahwa kota kelahiranku itu memang tergolong kecil. Sehingga ruang lingkup yang aku miliki itu hanya sekitaran itu-itu saja, sungguh membosankan. Orang-orang yang aku temui yah itu itu saja. Yah sekali lagi aku harus bilang itu sangat membosankan, namun itu tidak termasuk keluargaku dan teman-temanku yang selalu ada kapanpun. Karena dengan adanya mereka aku merasa terhibur di ruang lingkup yang membosankan itu. Suatu hari aku menghabiskan waktu di kamarku untuk hibernasi selama 144 jam, aku seperti ikan asin yang tergeletak diatas kasur tanpa tahu apa yang akan di lakukan untuk kehidu...

Dunia Paralel Pasti Ada

Gambar
Dunia Paralel  Pasti Ada Mengapa sebuah pikiran tiba tiba datang membuatku merenung sejenak. Adakah sebuah Dunia Paralel dialam semesta ini?. Aku yakin ada. Kita yang lain sedang berduaan disana, saling bermesraan, saling menatap dekat mata indahmu, kamu sedang merebahkan kepalamu di bahuku, kamu sedang menggenggam tanganku, aku yang bahagia selalu didekatmu, selalu mencium harum parfummu dengan jelas, selalu mengusap kepalamu, selalu tertawa denganmu, selalu mengikuti kegiatanmu, selalu berpergian ketempat yang kamu inginkan, selalu makan bersamamu, selalu bahagia denganmu, dan selalu memelukmu. Aku yakin sekali itu. Sunggu bahagia mereka di dunia lain itu. Tapi tidak untuk kita didunia nyata ini. Kabar tentang mu pun tidak ingin aku ketahui, hanya membuat luka dalam hati ini jauh lebih menganga. Aku tahu sekali kamu sudah melupakanku, aku tahu sekali kamu sedang berbahagia, beruntung sekali laki-laki itu sekarang. Sudah memengkan hatimu. Dan aku, biarlah menjadi a...

Dibalik Jas Hujan, Dan Pinggiran Tokoh Ole-Oleh

Gambar
Dibalik Jas Hujan, Dan Pinggiran Tokoh Oleh-Oleh  Kala hujan di daerah pegunungan, sehabis pulang kondangan dan kami mulai menyusuri jalan-jalan yang lenggang. Segerombolan motor plat BD seri Kota, diguyur hujan dengan hebatnya, lalu berhenti dan berteduh di pinggiran pertokoan yang menjual oleh-oleh dan jas hujan, untunglah tadi ban motorku baru sudah ku ganti, jadi tidak khawatir lagi untuk pecah,   sebab takan ku beri jatah dua kali untuk ia pecah lagi. Cukup mahal bagi anak mahasiswa semester lima sepertiku, yaitu   berkisar seratus tujuh puluh lima ribu rupiah, harga satu set, ban luar dan dalam yang baru. Kira tampak bersalah, terlihat dari rawut wajahnya yang hanya bisa diam sesekali mencuri pandanganku dari sepion kanan motor. Dia tampak bersalah, karena Kiralah yang sejak kemarin memaksaku ingin ikut dalam rombongan ini. Katanya  "Kapan lagi bisa jalan jauh bareng mereka kan Yom,   aku benar-benar ingin jalan-jalan.   Udarahnya seju...

Aku akan tidur lebih awal

Gambar
Badanku lelah, seharian dipaksa untuk bekerja, padahal upah yangku didapat tidak banyak. Namun, tuntutan dan tekanan nya saja yang banyak, membuat otak bekerja keras mencari sumber informasi, untuk selanjutnya jariku yang mengetik kata demi kata hingga tersusun kalimat dan menjadi paragraf yang kompleks. Belum tentu memiliki makna dan arti, mereka yang membacanya takkan paham. Apa yang aku rasakan dan apa yang mereka tangkap, jika aku asal.   Maka dari itu aku diajarkan untuk tetap mengasah cara menulisku dengan kalimat yang sederhana, tepat, dan bermakna. Tanpa ada pemborosan kata. Kan kata pak ustad di masjid dekat kosanku kalo kita boros tidak akan kaya, maka dari itu harus ditabung. Hubungannya dengan pemborosan kata dan tabungan apa?. Ya tentu ada, jika kita menabung, kita akan hemat. Sedangkan pemborosan kata itu tidak baik. Jadi, hemat itu belum tentu baik. Namun jika boros, sudah tentu baik. Jika kamu borosnya untuk anak yatim juga piatu. Benar bukan ?. Aku sudah ...

Waktu adalah tentang maju

Gambar
"Waktu adalah tentang maju" Suatu kalimat yang membuat aku terkesima ketika pagi buta. Aku baru saja terbangun dari tidurku yang gelisah karena masih saja bermimpi tentang dia. Kenapa mestiku bawa sampai ke tidurku. Aku juga bingung kenapa bisa. Kepalaku berat, mataku panas, juga nafasku. Namun, ia keluar dengan tersedak-sedak, maksudku tertahan. Sebab asmaku tiba-tiba kambuh dari malam kemarin. Mungkin karena badan ini sudah terlalu lama tidak sakit, jadi aku izinkan tubuh ini untuk sakit. Walau itu menyakitiku, tapi setidaknya dia butuh, agar bisa beristirahat sejenak. Kalo tidak, mungkin aku tidak menyuruhnya untuk berhenti bekerja. Kan masyarakat indonesia sudah merdeka, tubuhku juga bagian darinya, masa ia masih tetap dipaksa. Emang kerja rodi. Seperti ayahku yang selalu bekerja, namun Tunjangan Hari Raya dari kantornya tak kunjung tiba. Kan kasihan ayahku. Aku bangun dengan keadaan setengah nyawaku masih bermimpi, kepala terasa berat, hidungku mampet, sulit...