Gagal gagal dan patah


Gagal, gagal dan patah


Hari ini aku gagal lagi menjadi seorang pekerja, teramat sering ditolak dari perusahaan membuat pikiran enggan untuk bekerja. Aku hanya menghalakan nafas yang sangat panjang, pikiran sangat kacau, hati enggan menerima kegagalan.
Perjuangan yang panjang, memakan waktu tiga bulan untuk mengikuti serangkaian ujian seleksi ini. dan pada akhirnya aku berhenti di tahap hendak memasuki test wawancara user.
Aku bingung dengan dunia, apa memang sekeras ini permainan nya?, menjalani, berharap lalu patah. Apa yang salah dari diriku. Kenapa tidak pantas untuk semua hal yang aku inginkan dan telah terencana.
Setiap hal yang sudah direncanakan selalu saja gagal. Apa aku tidak butuh perencanaan? Apa aku harus lebih peka merasakan rencana tuhan?, aku ingin menjadi hamba yang baik untuk-Nya tapi jika aku selalu patah dan kecewa, apa aku harus terus besabar?, kapan ujian ini berhenti?, apa aku sebesar itu kelak, hingga ujian ini tiada henti?, bagaimana jika aku tidak sanggup?.
Sewaktu aku dikosan teman, salah satu teman ku mendapatkan email dari perusahaan yang kami sama-sama lamar. dari kami bertiga yang ada di kosan siang itu, hanya dia yang mendapatkan email, sedangkan aku dan aik tidak. aku hanya berusaha menghibur diri saja, sembari tetap berharap akan ada seseorang yang menelpon atau suatu email yang masuk memeberitahukan untuk lanjut dalam tahap berikutnya.
Hingga jam empat sore, aku tidak mendapatkan tanda-tanda itu. Aku pesimis dengan keadaan, tapi tetap saja positiv tinking, barang kali akan mendapat kabar baik.
Jam ditanganku sudah menunjukan angka lima, aku sudah pesimis saja. dan sepertinya memang sudah tidak berhak untuk berharap. Aku melihat aik sudah kacau, mencoba menghibur diri dengan cara tidur, dengan melihat suasana seperti ini aku pamit untuk pulang. Pikiran sudah kacau dan kepala berdenyut-denyut se-dari tadi sejak di kosan.
Pulang dengan membawa beban membuatku memutuskan untuk menyegarkan diri dengan cara mandi. gelar Pengangguran masih tetap bertahan aku pegang. Beban, beban masih terus bertambah. Apakah se-perti ini juga kalian teman?, atau hanya aku saja yang memiliki kehidupan seperti ini di dunia.
Malam hari, langit terlihat mendung, gerimis berlahan deras. Aku masih saja menunggu kabar dari email juga telpon. Menunggu dan menunggu membuatku kesal pada diri akhirnya. Setidak pantas itu aku untuk bekerja disana?, tolonglah mengerti tuhan.
            Aku berada dikamar sesambilan menonton film Game of trones di Hp. Aku streming film itu. Sial, niat nonton untuk menghibur diri dan menghilangkan rasa kesal. Melihat konflik dalam film Game of trones ini mala jadi mumet. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan pergi ke angkringan untuk ngopi  dan ngopi. Sudahlah lupakan keresanan dan nikmati kopi ini saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

aku ini siapa ?

Diantara Kata, Kau dan Aku

Apa sih yang biasa pria lakukan jika ia sedang jatuh cinta ?