Aku, Dia dan Festival
Bengkulu, 01 Desember 2017
"Aku senang melihat dia tersenyum dan bahagia, meski tidak bersamaku"
Aku, Dia dan Festival
Setelah beberapa lama tidak ketemu Kira, dia sekrang terlihat berubah dengan postur badan yang sedikit berisi dan auranya yang bahagia. Beda dengan yang dulu, apa
karena dia bahagia dengan yang baru
HAHAHA. Jelas iya keliatannya.
Sebelum acara Festival Film indie malam ini, aku sempat bertemu beberapa kali dengan Kira. Itupun karena ada beberapa alasan, yang mungkin hanya aku dan dia saja yang
paham dan mengerti.
Tahukan, fase pasca putus yang sudah aku ceritakan dicerita sebelumnya “Catatan
Keras Bagi Cowok!”. Nah, disana aku
menceritakan sebuah kepurukkan cowok terhadap suatu keadaan yang sedang disesali. Aku juga bakalan bercerita di sini bahwa, ikhlas itu memang dibutuhkan
ketika kita berada dalam suatu kepurukan dalam kehidupan. "Yakin sudah ikhlas?". Tentu belum HAHAHA... Tawa jahat. Hahaha.
Aku pernah membaca suatu
pendapat ulama, bahwa ikhlas itu merupakan kesesuaian perbuatan seorang hamba
antara lahir dan batin, ada juga yang berpendapat bahwa seseorang yang ikhlas
yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya
dihadapan sang pencipta, dan tidak suka seandainya manusia memperhatikan
amalannya meskipun hanya seberat biji sawi. Itu sebuah artikel yang pernah aku
baca.
Sangkut pautnya adalah sesuatu yang benar-benar dari hati, itu baik
adanya. Jika diniatkan dengan niat yang baik pula. Kalian mengingat masa lalu?,
Boleh-boleh saja. Tapi masa lalu itu harus diposisikan ditempat yang benar.
Belajarlah dari masa lalu, hingga tidak akan terulang kembali dimasa yang akan datang, nah
itu yang baik maksudku. Contoh; dulu kita masih seperti anak kecil, egois,
posesif, dan cemburuan, dan di masa yang akan datang dengan orang yang berbeda,
kita harus berubah dan meninggalkan sikap atau sifat buruk yang pernah
dilakukan di masa lalu. Bukannya begitu akan lebih baik bukan?.
Seperti sekarang. Aku
senang sekarang Kira selalu tersenyum, dan bahagia keliatannya meski bahagianya bukan
bersamaku. Benarkan ?. Sekedar menghibur hati yang lara. hmm.
LANJUT....., Ketika aku berada di acara malam ini yang merangkap sebagai crew dan pembaca nominasi film di gala premiere. Firasatku mengatakan akan bertemu Kira Malam ini. Sebab, kita pernah menjadi aktor/pemeran dalam suatu projek film yang sama-sama kita garap waktu itu.
Aku duduk di teras sebalah ruangan acara dan memegang selembar kertas yang berisi materi dan kalimat pembuka dalam acara nanti. Yah,.. Aku harus mensingkronisasikan materi dengan pikiranku saat di atas panggung nanti.
Aku menyadari dengan sifatku yang grogian ini, kalo sudah dilihat banyak mata diatas
nanti, aku mulai sedikit blank!. Aku juga dari tadi sudah komat-kamit menghapal dan menyusun kata yang
akan diucapkan. Anjirrr...aku emang
gini orangnya maafkan.
Kira datang dengan menggukan dres yang super
duper behhh... behh.. dahhhh pokoknya, dengan warna hitam hijau yang jarak antara
kain dan lutut itu satu jengkal dua jari (diantara paha). pedek banget.
Dan.. itu
dada, hemm...... ngetatnya kebangetan ibarat nasi padang komplit. (gak ada celah. Padat) Dibantu dengan sepatu Hils
yang amat tinggi membuat badan doi kayak tiang listrik, kisaran 180an dengan badan yang berisi hemmm... pemandangan yang luar binasa Joss.
Bisa dibayangkan?.
Jangan! Nanti dosa. Itu saja membuat mataku
berkedip berkali kali.
Aku bingung kenapa dia
menggunakan baju dress itu, kalo aku masih berpacaran dengan dia. Pasti aku
sudah melarangnya. Ah!! SHITT lah!! apasih!!
imajinasi mu terlalu tinggi!, emng sekarang dia siapa? dan kamu siapanya
dia? duhhh. Jiwaku sadar. AUUUUUUU AHHHHHHH.
Tapi sejujurnya aku sudah tidak memiliki rasa dengan dia (mungkin) untuk malam ini saja. Kira berjalan menyusuri lorong pintu masuk menuju kearahku dan kita duduk bersebelahan sembari menunggu untuk membacakan nominasi. Aku dan Kira membahas
masalah pribadi satu sama lain.
Ternyata pacar barunya hadir malam ini dan berada pada
bangku paling belakang. Mungkin dia risih sebenarnya. Mampus saja pikirku!! hahaha... Aku
sih, tidak memikirkan nya. Terserah.
MAMPUSS!...
“Yom, gimana kabar mu?”. Dia bertanya
padaku.
“Lumayan baik, kamu gimana?”.
tanyaku sembari melihat ke belakang.
“Sama, baik kok”. Jawab Kira.
“Syukurlah kalo begitu”. Aku merespon.
“Kamu lagi dekat dengan siapa sekarang?”.
Dia menatap hpku.
“Aku?”. Tanyaku dengan nada bingung dan
mematikan layar hp.
“Iya hahha”. Jawabnya.
“Aku sekarang sedang dekat denganmu”. Aku
tersenyum.
“Aduhh, jangan baperla. Kan kita memang
sebelahan”. Dia tertawa.
(Aku tertawa)
Aku baru sadar bahwa dia dari
tadi sedang memperhatikanku. Sekedar info saja, bahwa aku sebenarnya sedang dekat dengan mantan ku waktu Sma, dia adik tingkatku. Namanya Ayu, dulu Ayu pernah membuatku menjadi seorang zombie, manusia mati rasa. Aku sampai takut untuk mendekati seorang perempuan dan
tidak mau mengenal perempuan lagi. Sudah sangat lama kejadian tersebut. Dimana
satu kata yang diucapnya membuat aku down dan mentalku drop, bingung, linglung, dan tak sadarkan
diri..Ah SHIT!!
Hingga suatu saat aku dan dia bertemu di lorong kelas di dekat Fotocopy Fakultas Hukum. Aku heran, sepertinya, aku pernah mengenal perempuan ini, sebelum aku menyadari bahwa itu memang Ayu. Dan semenjak itu, aku mencari tau lagi kabar dia dan mulai kembali mendekati nya lagi.
***
Beberapa lama berbincang dengan Kira, bibirku, tanpa aku suruh, mengucapkan kalimat, "Maafin aku yah Kira". Kira menoleh kearahku dengan senyum menjawab, "Sudah, kan kita sudah berdamai. Kenapa lagi perlu di bahas, semoga kamu juga mendapatkan perempuan yang baik yah Yom, salam sama ibu".
Setalah dia berbicara seperi itu, Aku dan dia, dengan arahan dari pembawa acara dari atas panggung, berjalan menuju panggung untuk membacakan nominasi film indie terbaik.
-Bengkulu, 01 Desember 2017

Komentar
Posting Komentar