Kopi dan kenangan pagi
Hari ini rabu, aku duduk di lantai.
Dihadapanku ada sebuah leptop yang masih menyala,
kamera, dan gelas hangat, sebab baru aku seduh dengan air panas, gula, juga kopi didalamnya. Jadi yah wajar saja jika kopi dihadapanku ini aku tiup dahulu, agar bisaku nikmati.
Hari ini lebaran ke-lima, aku hanya bisa duduk dan banyak
istirahat di rumah, sebab kami sekeluarga baru saja pulang mudik dari kota padang
yaitu kampung halaman ayahku.
Aku hanya menggunakan celana boxer dan telanjang dada,
kamarku panas hanya ada kipas yang melekat di dinding, bukan Ac yang seketika
membuat ruangan ini sejuk. Lagi pula aku menghidupkan kipas ini dengan
tingkatan volume ke 2, bisa-bisa kalo terlalu kencang mala masuk angin.
Aku masih capek sebenarnya untuk beraktifitas, namun aku
masih ada kerjaan yang harus di selesaikan secepatnya yaitu editan Vlog
perjalanan mudik tahun ini. Aku memindahkan file dari memori kameraku ke folder
dileptopku kemudian sebagian file-file lama yang sudah tidak berguna di
leptopku segera aku hapus. Sebab takut kapasitas memori leptopku kepenuhan.
Ada sebuah Folder yang membuat aku penasaran, folder itu berjudul ‘
PINDAHAN ‘ lalu kemudian aku mengetuk dua kali dengan menggunakan jari
telunjuk, ternyata isi dari folder ini adalah foto-foto lama dari heandphone samsung
lamaku, hp itu telah lama hilang. Pada saat aku mau liburan ke jogja, namun tidak
jadi dikarenakan banyaknya penghitungan rencana terlebih lagi yuhul tidak jadi
berangkat. Setelah aku buka, aku memperbesar gambar, dan kemudian menggeser
foto-foto tersebut satu persatu, aku terkejut foto lama ku dengan Kira masih
tersimpan mesrah.
Aku kembali mengingat sembari mengeser foto-foto ini. Aku,.. aku, aku, aku galau.
Foto ini sangat romantis, aku dan Kira duduk berdekatan,
tersenyum bersama dengan wajah mengarah ke kamera, tampak dari foto ini suasana
yang dulu memang penuh rasa cinta, hangat, senang dan natural.
Namun sekarang? hanya
rasa hampa, gelisah penuh luka.
Aku kembali mengenang, walau aku batasi dalam hitungan menit.
Mungkin kisaran 7 menit lebih 2 detik jika ku hitung.
Kenangan ini ada didalam kepalaku. Aku takut, nantinya
berujung perih dalam rintih kamar mandiku. Sebilas air didalam gayung
menyamarkan air mata penuh duka. Lebay pikirku, tapi inilah kenyataan dalam
hidup.

Komentar
Posting Komentar