Kenapa kau mesti mencaci hujan, jika semesta membuatnya untuk menenangkan mu
![]() |
| Bengkulu 20 mei 2018, "Dia selalu suka suasana seperti ini dan aku mengingatnya" |
Kenapa kau mesti mencaci hujan, jika
semesta membuatnya untuk menenangkan mu
“Pernah
bertanya hujan itu darimana ?”
“Pernah
berfikir bagaimana terciptanya hujan ?”
“Ada
yang tahu bau hujan itu seperti apa ?”
“pernah
mencium bau hujan ?”
Masih banyak
pertanyaan yang ingin aku ungkapkan padamu semesta, tapi setidaknya kau tahu
sedikit hal tentang apa yang aku rasakan sekarang ini.
Aku perna
bertanya pada temanku
“Kau
tahu hujan itu darimana ?”. tanyaku
“Hujan?
Iyah dari langit lah”.jawabnya simple.
Itu
yang ku maksud, manusia hanya bisa menjawab fakta yang iya lihat, bukan
berusaha berfikir lebih jauh tentang suatu hal.
Aku suka dimana
ketika langit memberikan isyarat bahwa hujan akan turun.
Pertama,
rasakan angin yang sepoi kadang hening kadang riuh, dan kadang tanpa berhembus
sedikitpun. Kedua, tekanan udara mulai
menipis disertai dengan hawa dingin yang berhembus menyentuh bulu-bulu kulit
yang halu menjadikan seluru anggota tubuh berinteraksi. Ketiga, gemuruh akan
datang entah dari selatan ataupun barat. Keempat, manusia akan berhamburan
dari keramaian mencari tempat berteduh hingga suasana jalan menjadi lengang. Mereka
sibuk membersikan pakaian yang terkena air hujan, lembab juga basah. Menghusap
wajah juga rambut yang berantakan. Tidak denganku. Aku selalu tahu kapan hujan
akan turun. Sehingga aku hanya tersenyum memperhatikan sekelilingku.
Percikan hujan mengenai wajahku, sesaat aku terhipnotis. Aku diajak bermain dalam imajinasi ingatan.
baik dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Dan kau tahu,
semua itu berjalan mundur.
Semua hal yang
tak sempat aku lakukan, aku pecahkan dan tak terucap. Hadir kembali sebagai
suatu kenangan yang indah namun pahit di waktu itu. Aku hanya bisa tersenyum
bagai manusia yang kehilangan akal dengan air mata yang tak terbendung. Aku
menangis dalam senyum.
Aku mencintai
suasana ini.

Komentar
Posting Komentar