Postingan

Aku dan 3 Gelas Kopiku

(Aku terlalu mendramatisir) Malam itu rinduku membludak. Mendorong aku untuk menghubungimu, aku membuat status di sosial mediaku, semacam puisi dengan tema  (k opi yang menemaniku jika malam)  Tiga Gelas Kopi berukuran sedang, telah habis tanpaku sadari. Tau kenapa. aku hanya diam dan menatapnya hingga bibirku melengkung membentuk serupa huruf U beberapa detik saja. hingga kembali normal. Dan juga aku baru tuntas membaca kisah romantis malam itu, ada sesuatu yang ingin keluar dalam tubuhku, sangat besar, sangat berat, membuat seluruh tulangku nyiluh. Nyaris patah. Aku yang linglung tanpa arah. Entah secara kebetulan atau kau sengaja ntahlah aku takpaham. Kau menyukai status yang ku buat. Aku terkejut, sontak girang. Bercampur bingung yang menghujaniku. Aku menghubungi temanku untuk menceritakan hal ini. kebetulan dia sedang Online di akun WhatsApp ku. “Aku rindu, Benar-benar rinduuuuu”.kataku dalam pesan singkat kepada temanku.maksudku kalimat itu untuk...

Catatan keras bagi cowok!

Catatan keras bagi cowok! Jika kalian yang mengakhiri suatu hubungan, maka jangan pernah kamu menghubungi si doi dalam waktu dekat dulu, atau jangan terlalu cepat untuk menghubunginya lagi sebab, mereka memiliki cara berfikirnya sendiri dan pemahamannya sendiri untuk hal ini. Mereka merasa bahwa kita membuang mereka, kita telah mencampakan mereka. Hmm.. jujur itu bukan salah kita seutuhnya loh, tapi liat dulu sisi ceweknya dong. Apakah kalian sudah memperlakukan kami dengan benar? Benar kalian nggak perna egois ? Pernah kalian memberikan waktu untuk ngumpul bareng teman-teman kami? Pernah berfikir kalo kami punya waktu untuk bosan dalam hubungan ini ? Semua jawabanya TIDAK !. Ada tiga fase, pasca hubungan berakhir jika cowok yang mengucapkan kata putus.           Pertama, ketika cowok bilang “Kita putus, aku nggak tahan dengan sikap mu yang seperti ini.. Kita Putus ! . (cowok) pada saat itu juga, kalian bebas ...

aku ini siapa ?

"Aku ini siapa ?"   Aku kira aku hidup dari suatu keresahan dalam hati, penyesalan yang selalu terpendam setiap harinya, yang selalu berharap mendapatkan kesempurnaan di dunia yang tidak fana ini. Kau pikir kau siapa ? Dengan segampang itu mendapatkan hasil yang Sempurna, sesuai dengan cara kerja pikiranmu ? Semesta, tak sekecil yang kau harapkan. Ibarat kau berjalan mengitari kamarmu ? Tidak bukan ? Semacam melangkahi genangan air setelah hujan ?.BUKAN. Jadi, apa yang membuatmu merasa kau pantas hidup dengan dengan cara pemikiranmu ?, dengan keangkuhan mendapatkan seutuhnya dunia ini, kau selalu bermimpi teman kecil. Kau tahu semua yang di dunia ini harus di dapatkan dengan usaha dan kerja keras?, yang menurutku memiliki sisi yang unik untuk di pandang. Kali ini aku mengingat suatu pernyataan yaitu “ Rezeki mu sudah di tentukan oleh sang pencipta, sekarang hanya kau dan cara kau sendirilah yang menentukan besar kecil nya rezeki, yang   telah ditetapkan Sang...

Diantara Kata, Kau dan Aku

Jika kau sedikit bersabar, aku yang akan mengalah pada diriku sendiri. Sebab, aku sangat menyayangimu. tapi kenyatanya, tidak. Aku membutuhkan ruang untuk berfikir, untuk jauh dari mu. seharusnya kau bersabar sayang, sebab Aku berada dalam posisi badai yang membosankan. Jika kau lebih sedikit bersabar. badai tadinya mengamuk, merontak rontak, menerpa inginkan kesendirian, akan mulai reda menjadi angin sepoy nan sejuk. Tapi tidak untuk kita. Pada akhirnya tumbuh kata penyesalan pada kita, kau putus dalam usaha meyakinkanku, kau terjatuh teramat perih oleh ku, tersakiti dan kau mencari penopang yang lain dan itu tidak salah bagimu. Sedangkan aku hanya ego dalam keangkuanku, mencari titik jenuh dalam suatu hubungan, mencoba mencari yang sempurna dan itu salahku. ketika aku merasakan semua itu aku puas dengan rasa yang aku cari selama ini, dan ketika aku menyadari kau lah yang terbaik untuk ku, kau yang mewakili semua dalam apa yang ku cari, kau sempurna bagiku, pada saat itu aku terl...