"PUISI RINDU"

Rindu yang Merangsangsa

Pagi itu, saat ragaku hilang kendali oleh perasan yang kabut

Rindu ku hilang mendengarkan dia tertawa dan bahagia setelah aku meninggalkan nya.
Namun aku yang gelisa selalu mengingatnya, senyumnya membayangiku,
Perhatiannya hilang ntah tenggelam dalam jurang yang dalam atau bagaimana,
Aku rindu kau cemburukan ku, aku rindu kau memarahi ku,
Aku rindu sikapmu yang ingin selalu dekat dengan ku hingga hitungan milimeter pun terlalu jauh untuk mu.
dan kini aku yang merindukan hal itu.
bersama mu.

"puisi tentang rinduku"

Pendam rindu kala Sabit tersenyum

Berada dalam kesendirian dengan cahaya yang remang.
Aku tahu ku berada dalam galaunya hati menantikan kabar mu.
Namun, aku hanya bisa menertawakan gunda ku malam ini.

Aku malu dengan jangkrik yang mengejekku, angin yang menyampaikan pesan sedih ku sejagat raya malam ini.
Aku hanya bisa menatap fotomu dalam galery hendpone ku, tanpa berani mengirim kata dalam ketikan yang tak sempat selesai . APA KABAR MU ?

Seketika,jari ku kaku.mulai terhenti. sangat keras untuk menyentuh kolom kirim.
hingga aku hanya bisa diam dan sedikit menghibur hati yang mulai menggila, menenangkan hati yang gunda menahan rasa untuk mengingatnya

Hai sabit

Seolah malam ini kau tersenyum menemaniku.
Dari ribuan kilometer bahkan cahaya pun. Senyummu, terlihat jelas dengan mata biasa ku.
Aku tau, siapa yang menciptakan mu.
Jelas dia yang Maha Kuasa.

Akupun bersyukur. Sebab, jika ia tak menciptakan mu, aku tak bisa menatapmu malam ini.
Tak menyaksikan mu bersinar begitu indah,
Tak menemaniku bersama nada gitar yang terhenti sejenak.

Jari jemariku kaku, sebab terlalu lama untuk memetik senar gitar sekedar penghibur kala malam tiba.
Dan mungkin, jika kau tak hadir malam ini. yang ku rasakan hanya hening, gelap, dan dingin nya malam.
Trimakasih..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

aku ini siapa ?

Diantara Kata, Kau dan Aku

Apa sih yang biasa pria lakukan jika ia sedang jatuh cinta ?