Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Masih ada, lima ratus tujuh puluh empat ribu milyar manusia

Gambar
  Masih ada, lima ratus tujuh puluh empat ribu milyar manusia  di bumi Aku sudah sembuh dari luka lama. Jikaku ingat dulu, aku selalu dihantui dengan rasa penyesalan,  melukai diri melalui psikis yang semakin hari membuat diri merasa bersalah. Hari dimana aku selalu berfikir sempit, suram dan putus asa dengan semua hal di sekelilingku, juga bumi. Perjalanan sudah ku tempuh, untuk sekedar menghindar dan melupakan ingatan. tapi masih  saja gagal, dan tidak bisa tanggal. Motor, ku pacu di sepanjang jalanan bengkulu, pohon yang awalnya setinggi dengkul, kini telah meninggi, sulit dijangkau pucuknya.  Ahhhhhh... Aku sudah muak dengan semua sudut di kota ini. Hari kian hari, hanya bersandiwara menutupi rasa kelut dalam hati, canda guraw dan tawa setiap kumpul dengan teman di angkringan, memang obat paling ampuh.  Sekedar kopi memang, tapi semua permasalahan lupa saat itu juga. Namun, k etika menuju perjalanan pulang, dengan music yang mellow...

Selamat datang lagi, ketidak pastian hidup

Gambar
Selamat datang lagi, ketidak pastian hidup 26 maret 2019 Aku yang dua puluh empat jam berfikir keras untuk menentukan arah tujuan dan pilihan, oh Tuhan, kenapa selalu ada sebuah pilihan untuk ku ambil. Jujur saja aku tidak mampu untuk memilih, aku hanya ingin mengikuti bukan untuk memilih. Rencana, ide dan pilihan terus berdatangan, dan sekarang aku sudah tiba di jogja menggunakan kereta api sebagai transportrasi untuk bisa sampai disini, harga tiket yang kudapat terbilang murah yaitu Rp. 85.000 saja, aku berangkat dari stasiun kediri diantar oleh Julian temen kos ku saat di pare, dia asli tuban aku biasanya panggil dia dengan sebutan tuban-man atau anak bupati tuban. Baru saja seminggu berkenalan dengannya, tapi terasa sangat dekat. Watak yang kocak selalu berbicara tampah jeda, leher yang selalu di patahkan nya dan selalu berfikir praktis. Julian/tuban-man/anak bupati tuban ini orangnya baik hingga dia rela mengidupi satu teman kosannya mulai dari makan, rokok, dan memb...

Gagal gagal dan patah

Gambar
Gagal, gagal dan patah Hari ini aku gagal lagi menjadi seorang pekerja, teramat sering ditolak dari perusahaan membuat pikiran enggan untuk bekerja. Aku hanya menghalakan nafas yang sangat panjang, pikiran sangat kacau, hati enggan menerima kegagalan. Perjuangan yang panjang, memakan waktu tiga bulan untuk mengikuti serangkaian ujian seleksi ini. dan pada akhirnya aku berhenti di tahap hendak memasuki test wawancara user. Aku bingung dengan dunia, apa memang sekeras ini permainan nya?, menjalani, berharap lalu patah. Apa yang salah dari diriku. Kenapa tidak pantas untuk semua hal yang aku inginkan dan telah terencana. Setiap hal yang sudah direncanakan selalu saja gagal. Apa aku tidak butuh perencanaan? Apa aku harus lebih peka merasakan rencana tuhan?, aku ingin menjadi hamba yang baik untuk-Nya tapi jika aku selalu patah dan kecewa, apa aku harus terus besabar?, kapan ujian ini berhenti?, apa aku sebesar itu kelak, hingga ujian ini tiada henti?, bagaimana jika aku tidak...