Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Dibalik Jas Hujan, Dan Pinggiran Tokoh Ole-Oleh

Gambar
Dibalik Jas Hujan, Dan Pinggiran Tokoh Oleh-Oleh  Kala hujan di daerah pegunungan, sehabis pulang kondangan dan kami mulai menyusuri jalan-jalan yang lenggang. Segerombolan motor plat BD seri Kota, diguyur hujan dengan hebatnya, lalu berhenti dan berteduh di pinggiran pertokoan yang menjual oleh-oleh dan jas hujan, untunglah tadi ban motorku baru sudah ku ganti, jadi tidak khawatir lagi untuk pecah,   sebab takan ku beri jatah dua kali untuk ia pecah lagi. Cukup mahal bagi anak mahasiswa semester lima sepertiku, yaitu   berkisar seratus tujuh puluh lima ribu rupiah, harga satu set, ban luar dan dalam yang baru. Kira tampak bersalah, terlihat dari rawut wajahnya yang hanya bisa diam sesekali mencuri pandanganku dari sepion kanan motor. Dia tampak bersalah, karena Kiralah yang sejak kemarin memaksaku ingin ikut dalam rombongan ini. Katanya  "Kapan lagi bisa jalan jauh bareng mereka kan Yom,   aku benar-benar ingin jalan-jalan.   Udarahnya seju...

Aku akan tidur lebih awal

Gambar
Badanku lelah, seharian dipaksa untuk bekerja, padahal upah yangku didapat tidak banyak. Namun, tuntutan dan tekanan nya saja yang banyak, membuat otak bekerja keras mencari sumber informasi, untuk selanjutnya jariku yang mengetik kata demi kata hingga tersusun kalimat dan menjadi paragraf yang kompleks. Belum tentu memiliki makna dan arti, mereka yang membacanya takkan paham. Apa yang aku rasakan dan apa yang mereka tangkap, jika aku asal.   Maka dari itu aku diajarkan untuk tetap mengasah cara menulisku dengan kalimat yang sederhana, tepat, dan bermakna. Tanpa ada pemborosan kata. Kan kata pak ustad di masjid dekat kosanku kalo kita boros tidak akan kaya, maka dari itu harus ditabung. Hubungannya dengan pemborosan kata dan tabungan apa?. Ya tentu ada, jika kita menabung, kita akan hemat. Sedangkan pemborosan kata itu tidak baik. Jadi, hemat itu belum tentu baik. Namun jika boros, sudah tentu baik. Jika kamu borosnya untuk anak yatim juga piatu. Benar bukan ?. Aku sudah ...