Waktu adalah tentang maju
"Waktu adalah tentang maju" Suatu kalimat yang membuat aku terkesima ketika pagi buta. Aku baru saja terbangun dari tidurku yang gelisah karena masih saja bermimpi tentang dia. Kenapa mestiku bawa sampai ke tidurku. Aku juga bingung kenapa bisa. Kepalaku berat, mataku panas, juga nafasku. Namun, ia keluar dengan tersedak-sedak, maksudku tertahan. Sebab asmaku tiba-tiba kambuh dari malam kemarin. Mungkin karena badan ini sudah terlalu lama tidak sakit, jadi aku izinkan tubuh ini untuk sakit. Walau itu menyakitiku, tapi setidaknya dia butuh, agar bisa beristirahat sejenak. Kalo tidak, mungkin aku tidak menyuruhnya untuk berhenti bekerja. Kan masyarakat indonesia sudah merdeka, tubuhku juga bagian darinya, masa ia masih tetap dipaksa. Emang kerja rodi. Seperti ayahku yang selalu bekerja, namun Tunjangan Hari Raya dari kantornya tak kunjung tiba. Kan kasihan ayahku. Aku bangun dengan keadaan setengah nyawaku masih bermimpi, kepala terasa berat, hidungku mampet, sulit...