Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

"PUISI RINDU"

Rindu yang Merangsangsa Pagi itu, saat ragaku hilang kendali oleh perasan yang kabut Rindu ku hilang mendengarkan dia tertawa dan bahagia setelah aku meninggalkan nya. Namun aku yang gelisa selalu mengingatnya, senyumnya membayangiku, Perhatiannya hilang ntah tenggelam dalam jurang yang dalam atau bagaimana, Aku rindu kau cemburukan ku, aku rindu kau memarahi ku, Aku rindu sikapmu yang ingin selalu dekat dengan ku hingga hitungan milimeter pun terlalu jauh untuk mu. dan kini aku yang merindukan hal itu. bersama mu. "puisi tentang rinduku" Pendam rindu kala Sabit tersenyum Berada dalam kesendirian dengan cahaya yang remang. Aku tahu ku berada dalam galaunya hati menantikan kabar mu. Namun, aku hanya bisa menertawakan gunda ku malam ini. Aku malu dengan jangkrik yang mengejekku, angin yang menyampaikan pesan sedih ku sejagat raya malam ini. Aku hanya bisa menatap fotomu dalam galery hendpone ku, tanpa berani mengirim kata dalam ketikan yang tak sempat selesai . ...

Wanita belang

Kadang apa yang di utarakan seorang wanita yang memiliki dua hati susah untuk menebaknya, jujur atau hanya pemanis belaka. Ketika kita berada di puncak karena pujiannya dan  seketika pula dia membuang ke dasar jurang tanpa memikirkan perasaan yg tulus mencintainya. seolah olah dia memiliki lidah yang bercabang dan hati yang terpisah dari hati utamanya. Ketika sorenya hampir putus, dan kesempatan kedua kudapatkan serta pujian yang kuterima terlihat dri kalimat kalimat indah ku untuk membujuk setelah terselamatkan, ku ucapkan aku sayang kamu, ku bertahan disini walau waktupun ragu tuk berpihak pada ku. kelang beberapa jam kulihat dia posting foto mereka. Kali ini aku hanya bisa bersiul dalam gumam kesedihan. MESTI KAU PERJUANGKAN ? ku berbisik ragu. IYA.paksaku.